Topic :
Hari Suci
Judul :
Makna Filosafis Hari Raya Nyepi
Penulis : ADE NITA SARI
Durasi :
Host :
IDA BAGUS KOMANG PERSADA
Narasumber :
Seri
|
Agama
|
||||
Topic
|
Hari Suci
|
||||
Sasaran
|
Semua Kalangan
|
||||
Tujuan
|
1. Penjelasan Hari Raya Nyepi dan Pemaknaannya
2. Sumber Hukum Hari Raya Nyepi dalam Kitab
Suci Veda
3. Penerapan Hari Raya Nyepi di Kehidupan
Masyarakat Hindu
4. manfaat Hari Raya Nyepi
|
||||
Durasi
|
|||||
Synopsis
|
Hari Raya Nyepi jatuh pada pinanggal pisan, sasih
Kedasa (tanggal 1, bulan ke-10), tibalah Hari Raya Nyepi
sesungguhnya. Pada hari ini suasana seperti mati. Tidak ada kesibukan
aktivitas seperti biasa. Pada hari ini umat Hindu melaksanakan "Catur
Brata" Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada
berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak
bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati
lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Serta bagi yang mampu juga
melaksanakan tapa, brata, yoga, dan semadhi.
Demikianlah untuk masa baru, benar-benar dimulai
dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam tahun
baru Caka pun, dasar ini dipergunakan, sehingga semua yang kita lakukan
berawal dari tidak ada,suci dan bersih. Tiap orang berilmu (sang wruhing
tattwa jñana) melaksanakan brata (pengekangan hawa nafsu), yoga
(menghubungkan jiwa dengan paramatma (Tuhan)), tapa (latihan ketahanan
menderita), dan samadi (manunggal kepada Tuhan, yang tujuan akhirnya adalah
kesucian lahir batin).
Semua itu menjadi keharusan bagi umat Hindu agar
memiliki kesiapan batin untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan pada
tahun yang baru.
Simpulan :
1. melalui pandangan dan pemikiran
yang jernih akan meningkatkan nilai spiritual pada diri.
2. Dengan niat yang suci tulus dan
iklas akan memberikan jalan terbaik untuk diri sendiri maupun orang lain.
3. untuk mecapai kebebasan rohani
membutuhkan suatu pengorbanan tampa ada perasaan terpaksa.
|
||||
Host
|
Opening (music/sloka)
|
||||
Host
|
Lanjutan dan Pengantar
|
||||
Host
|
Bagaimana Pandangan Ibu tentang Hari
Raya Nyepi dan Pemaknaannya
|
||||
Narasumber
|
Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi,
senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan
penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti
perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di masyarakat hindu nusantara
dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan
ditiadakan, termasuk pelayanan umum, namun tidak untuk rumah sakit.
Tujuan utama Hari Raya Nyepi
adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana
Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana
Agung/macrocosmos (alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat
beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu Nusantara.
Tiga atau dua hari sebelum
Nyepi, umat Hindu melakukan Penyucian dengan melakukan upacara Melasti atau
disebut juga Melis/Mekiyis. Pada hari tersebut, segala sarana persembahyangan
yang ada di Pura (tempat suci) diarak ke pantai atau danau, karena laut atau
danau adalah sumber air suci (tirta amerta) dan bisa menyucikan segala leteh (kotor)
di dalam diri manusia dan alam.
Sehari sebelum Nyepi, yaitu
pada "tilem sasih kesanga" (bulan mati yang ke-9), umat Hindu
melaksanakan upacara Buta Yadnya di segala tingkatan
masyarakat, mulai dari masing-masing keluarga, banjar, desa, kecamatan, dan
seterusnya, dengan mengambil salah satu dari jenis-jenis caru (semacam sesajian)
menurut kemampuannya. Buta Yadnya itu masing-masing
bernama Pañca Sata (kecil), Pañca Sanak (sedang),
dan Tawur Agung (besar). Tawur atau pecaruan sendiri
merupakan penyucian/pemarisuda Buta Kala, dan segala leteh (kekotoran)
diharapkan sirna semuanya. Caru yang dilaksanakan di rumah
masing-masing terdiri dari nasi manca (lima) warna berjumlah 9 tanding/paket
beserta lauk pauknya, seperti ayam brumbun (berwarna-warni) disertai tetabuhan arak/tuak. Buta
Yadnya ini ditujukan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala dan Batara
Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.
Mecaru diikuti oleh upacara pengerupukan,
yaitu menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh
pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul
benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh.
Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Buta Kala dari lingkungan rumah,
pekarangan, dan lingkungan sekitar. Khusus umat hindu nusantara, pengrupukan biasanya
dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Buta Kala yang diarak
keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Buta
Kala dari lingkungan sekitar.
|
||||
Host
|
Bagaimana pandangan sumber hukum
hindu tentang hari Raya Nyepi Dalam Kitab suci Veda
|
||||
Narasumber
|
Adapun pandangan sumber hukum menurut
kitab suci Veda
lontar Sri Aji Kasanu
·
Pada tilem sasih kesanga, patut
mengadakan upacara Bhuta Yadnya, yaitu caru yang disebut dengan ‘’tawur’’.
Dilanjutkan dengan nyepi satu malam.
Lontar sundari Gama
·
Pada hari Tilem Sasih/Bulan Chaitra/kesanga,
merupakan hari penyucian para dewa semua, mengambil air kehidupan yang ada di
tengah – tengah lautan, oleh karena itu patutlah semua manusia/umat hindu
melakukan persembahyangan kepada para dewa, melalui suatu upacara, menurut
kemampuannya, pada hari purwani tilem kesanga agar melaksanakan upacara Bhuta
Yajna di perempatan jalan raya…, besoknya di waktu tilem, agar melaksanakan
upacara melasti kelaut, mensucikan pratima, keesokan harinya melaksanakan
nyepi dengan tidak menyalakan api, semua orang tidak boleh melakukan
pekerjaan antara lain, menghidupkan api di semua tempat.
Berdasarkan kutipan dari kedua
lontar tersebut, dijelaskan bahwa, Hari Raya Nyepi dilaksanakan setelah di
adakan upacara Bhuta Yajna yang juga disebut Tawur Kesanga.
|
||||
Host
|
Bagaimana Penerapan Hari Raya Nyepi
di kehidupan Masyarakat Hindu
|
||||
Narasumber
|
Adapun penerapan hari Raya Nyepi di
kehidupan masyarakat hindu
1.
Amati Geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan
api), ( amati geni yg di maksud adalah bagaimana kita harus mampu
mengendalikan hawa nafsu atau keinginan
untuk kepentingan yang baik), contohnya : kita tidak boleh tergoda
dengan makanan dan apapun itu yg memuaskan nafsu kita harus bisa
mengenalikan/mengontrol diri dari godaan.
2. Amati karya (tidak bekerja), (
amati karya yg dimaksud dlm kehidupan sehari hari adalah hendaknya kita
sebagai manusia wajib untuk menghindari atau tidak melakukan pekerjaan yang
tidak sesuai dengan nilai nilai agama atau dharma sehingga bisa merugikan
diri kita masing-masing), contohnya : apabila kita akan melakukan suatu
pekerjaan kita harus berfikir terlebih dahulu apakah pekerjaan itu baik untuk
di lakukan dalan ajaran hindu
3. Amati lelungan (tidak bepergian),
( amati lelungan yg di maksud dalam kehidupan sehari hari meliputi
pengendalian pikiran agar pikiran tetap konsen atau fokus apapun yg sedang
kita kerjakan artinya bahwa tidak berpergian di maksud adalah pengendalian
pikiran atau jangan di biarkan pikiran itu liar), contoh : kita diajarkan
untuk mengendalikan diri dan ego agar kita bisa duduk hening bukan
berkeliaran di luar rumah atau melakukan kegiatan dengan orang lain.
4. Amati lelanguan (tidak mendengarkan
hiburan atau tidak bersenang senang.) ( tidak bersenang senang di maksud
adalah hendaknya ita mampu menendalikan indria indria kita melalui upavasa
untuk mengendalikan diri kita terkait makanan karena makanan menjadi faktor
yang paling dominan terhadap kesehatan jasmani maupun kesehatan rohani)
contoh: disaat kita akan memakan sesuatu kita harus berfikir terlebih dahulu
makanan tersebuat baik atau tidaknya untuk tubuh dan kesehatan.
|
||||
Host
|
Apa manfaat yang di proleh pada Hari Raya
Nyepi
|
||||
Narasumber
|
Manfaat yang di proleh pada hari raya nyepi
baik individu mapun sosial
|
||||
Adapun Pesan moral yang dapat disampaikan
pada masyarakat hindu nusantara
1. setiap manusia mempunyai kewajiban untuk
mengendalikan diri dari hal-hal yang dapat berdampak pada kesehatan jasmani
dan rohani
2. hendaknya umat hindu nusantara dapat
mengandalikan hawa nafsu dalam diri agar dapat meningkatkat spiritual diri.
|
|||||
JUDUL : Contoh Naskah Mimbar Agaa Hindu ( Hari Raya Nyepi)
NAMA : Ade Nita Sari
NIM : 1609 10 0041
DOSEN PENGEMPU : Yan Mitha Djaksana M.Kom
NAMA KAMPUS : Sekoah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara
Jakarta
Bagus. Jngan lupa juga kunjungi dupamarchbetet
BalasHapus