Rabu, 20 Maret 2019

KARMA PHALA & BAGIAN BAGIANNYA

Hasil gambar untuk karmaphala
Dari segi etimoslogi kata karma berasal dari bahasa Sangsekerta, yaitu dari urut kata kri yang artinya berbuat, sedangkan Phala yang juga berasal dari Bahasa Sangsekerta yang berarti buah/hasil. Dari uraian kata tersebut, maka karma phala dapat di artikan perbuatan yang di dalamnya terkandung sebab akibat yang di lahirkan seperti apa yang telah tersurat dalam filsafat hindu bahwa karma phala sudah terkandung arti segala perbuatan dan akibatnya.
                Karma Phala adalah bagian dari Panca Cradha yang merupakan pokok keimanan agama Hindu. Percaya terhadap adanya Karma merupakan sesuatu yang harus di wujudkan dalam diri masing – masing sehingga dengan demikian ajaran karma phala dapat di gunakan sebagai pedoman oleh umat hindu dalam kehidupan. Apabila setiap umat hindu dalam mencapai tujuan hidupnya selalu pedoman terhadap ajaran karma, maka akan terwujudlah kehidupan yang damai dan bahagia.
                Segala yang di buat oleh manusia akan membawa akibat yaitu ada yang baik da nada yang buruk. Akibat yang baik akan memberikan kesenangan dan kebahagiaan, sedangkan akibat yang buruk memberikan kesusahan dan kesengsaraan. Oleh karena itu hendaknya seseorang berbuat baik, karena semua orang mendambakan adanya kesenangan, ketenangan, dan kebahagiaan dalam hidupnya.
Adapun sloka yang membahas tentang Karma dalam Kitab Suci di sebutkan sebagai berikut:

1. niyatam kuru karma tvam, karma jyayohy akarmanah, sarirayatra pi ca te, na prasidhyed akarmanah.
Artinya :
Lakukanlah pekerjaan yang di berikan padamu,karena melakukan peruatan itu lebih baik sifatnya dari pada tidak melakukan apa-apa, sebagai juga untuk memelihara badanmu tidak akan mungkin jika engkau tidak bekerja (Bhagawad Gita III,8.42).

2. Acodyamanami yatha puspani, ca phalami ca, swam kalam natiwartante tatha karma pura krtam. Mwang menget ri masanya tikang purwa karmaphala ngaranya umatang awaknya kramanya, tan kena tinulak, luput dinohaken, kadi angganing puspaphala, an an mengetri masanya, dumani cariranya.
Artinya :
Dan ingat lagi pada masanya yang di sebut buah hasil perbuatan dulu itu, artinya mendatangkan dirinya sendiri, tidak dapat di tolak, tidak dapat di jauhkan sebagai halnya bunga-bunga dan buah – buahan yang ingat pada musimnya, itulah seakan – akan mengingatkan dirinya.

                Dari Sloka kitab Suci di atas, akan dapat memotivasi setiap orang untuk berbuat baik dalam hidupnya, karena semua itu akan dapat mengantarkan seseorang pada kehidupan yang lebih baik didunia dan pula sesudahnya.  Dalam weda dinyatakan bahwa jalan perbuatan atau Karma Yoga, sama pentingnya dengan jalan pengetahuan, karena perbuatan di pandang sebagai bagian yang amat penting dari kehidupan ini. Hidup menurut pengertian Weda, tidak semata – mata mementingkan kehidupan keduniawian, tetapi juga menyangkut kehidupan moral dan spiritual.



2. Bagian – Bagian Karma Phala
                Pada hakekatnya manusia tidak dapat lepas dari karma dan akibatnya, karena Karma bersifat alami. Sehubungan dengan itu Karma Phala dapat di kelompokan menjadi tiga jenis sesuai dengan perbuatan yang di lakukan.
1. Sancipta Karma Phala
                Dimana hasil perbuatan yang di lakukan oleh seseorang dalam kehidupan terdahulu yang belum habis dinikmatinya sehingga hasil perbuatannya itu akan menjadi benih yang sangat menentukan pada kehidupan yang sekarang. Dengan demikian setiap kelahiran seseorang ke dunia ini telah membawa Phala dari Karmanya masing – masing dari kehidupan yang lalu. Apabila seseorang menyadari hal ini maka seseorang tidaklah menyesal dengan apa yang di alaminya dalam hidup ini.
2. Prarabda Karma Phala
                Karma yang di lakukan oleh seseorang pada kehidupan sekarang ini, phalanya dinikmati pula dalam kehidupan ini sehingga tiada sisanya lagi untuk dinikmati pada kehidupan yang akan datang.
3. Kriyamana  Karma Phala
                Hasil perbuatan seseorang yang belum sempat dinikmati pada waktu hidupnya dan akan dinikmati pada masa penjelmaan yang akan datang.
                Semua karma yang di lakukan oleh seseorag akan dinikmati hasilnya secara cepat atau lambat, tetepi pasti. Phala itu akan datang sendirinya dan akan mencari orang yang berbuat, karena hal ini merupakan hukum yang haru terjadi, baik di sadari atau tidak oleh orang tersebut atau yang bersangkutan, maka atas dasar ajaran Agama Hindu selalu disarankan agar seseorang berbuat baik dan tidak menyimpang dari Ajaran Dharma.

Judul : KARMA PHALA & BAGIAN-BAGIAN NYA
Nama : Ade NIta Sari
Nim : 1609 10 0041
Nama kampus : sekolah tinggi agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta
Nama Dosen Pengempu : Yan Mitha Djaksana M.Kom
Tugas : UTS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar