Dari segi
etimoslogi kata karma berasal dari bahasa Sangsekerta, yaitu dari urut kata kri
yang artinya berbuat, sedangkan Phala yang juga berasal dari Bahasa Sangsekerta
yang berarti buah/hasil. Dari uraian kata tersebut, maka karma phala dapat di
artikan perbuatan yang di dalamnya terkandung sebab akibat yang di lahirkan
seperti apa yang telah tersurat dalam filsafat hindu bahwa karma phala sudah
terkandung arti segala perbuatan dan akibatnya.
Karma Phala adalah bagian dari Panca Cradha yang merupakan pokok keimanan agama
Hindu. Percaya terhadap adanya Karma merupakan sesuatu yang harus di wujudkan
dalam diri masing – masing sehingga dengan demikian ajaran karma phala dapat di
gunakan sebagai pedoman oleh umat hindu dalam kehidupan. Apabila setiap umat
hindu dalam mencapai tujuan hidupnya selalu pedoman terhadap ajaran karma, maka
akan terwujudlah kehidupan yang damai dan bahagia.
Segala
yang di buat oleh manusia akan membawa akibat yaitu ada yang baik da nada yang
buruk. Akibat yang baik akan memberikan kesenangan dan kebahagiaan, sedangkan
akibat yang buruk memberikan kesusahan dan kesengsaraan. Oleh karena itu
hendaknya seseorang berbuat baik, karena semua orang mendambakan adanya
kesenangan, ketenangan, dan kebahagiaan dalam hidupnya.
Adapun sloka yang membahas
tentang Karma dalam Kitab Suci di sebutkan sebagai berikut:
1. niyatam kuru karma tvam, karma
jyayohy akarmanah, sarirayatra pi ca te, na prasidhyed akarmanah.
Artinya :
Lakukanlah pekerjaan yang di
berikan padamu,karena melakukan peruatan itu lebih baik sifatnya dari pada
tidak melakukan apa-apa, sebagai juga untuk memelihara badanmu tidak akan
mungkin jika engkau tidak bekerja (Bhagawad Gita III,8.42).
2. Acodyamanami yatha puspani, ca
phalami ca, swam kalam natiwartante tatha karma pura krtam. Mwang menget ri
masanya tikang purwa karmaphala ngaranya umatang awaknya kramanya, tan kena
tinulak, luput dinohaken, kadi angganing puspaphala, an an mengetri masanya,
dumani cariranya.
Artinya :
Dan ingat lagi pada masanya yang
di sebut buah hasil perbuatan dulu itu, artinya mendatangkan dirinya sendiri,
tidak dapat di tolak, tidak dapat di jauhkan sebagai halnya bunga-bunga dan
buah – buahan yang ingat pada musimnya, itulah seakan – akan mengingatkan
dirinya.
Dari
Sloka kitab Suci di atas, akan dapat memotivasi setiap orang untuk berbuat baik
dalam hidupnya, karena semua itu akan dapat mengantarkan seseorang pada
kehidupan yang lebih baik didunia dan pula sesudahnya. Dalam weda dinyatakan bahwa jalan perbuatan
atau Karma Yoga, sama pentingnya dengan jalan pengetahuan, karena perbuatan di
pandang sebagai bagian yang amat penting dari kehidupan ini. Hidup menurut
pengertian Weda, tidak semata – mata mementingkan kehidupan keduniawian, tetapi
juga menyangkut kehidupan moral dan spiritual.
2. Bagian – Bagian Karma Phala
Pada
hakekatnya manusia tidak dapat lepas dari karma dan akibatnya, karena Karma
bersifat alami. Sehubungan dengan itu Karma Phala dapat di kelompokan menjadi
tiga jenis sesuai dengan perbuatan yang di lakukan.
1. Sancipta Karma Phala
Dimana
hasil perbuatan yang di lakukan oleh seseorang dalam kehidupan terdahulu yang
belum habis dinikmatinya sehingga hasil perbuatannya itu akan menjadi benih
yang sangat menentukan pada kehidupan yang sekarang. Dengan demikian setiap
kelahiran seseorang ke dunia ini telah membawa Phala dari Karmanya masing –
masing dari kehidupan yang lalu. Apabila seseorang menyadari hal ini maka
seseorang tidaklah menyesal dengan apa yang di alaminya dalam hidup ini.
2. Prarabda Karma Phala
Karma
yang di lakukan oleh seseorang pada kehidupan sekarang ini, phalanya dinikmati
pula dalam kehidupan ini sehingga tiada sisanya lagi untuk dinikmati pada
kehidupan yang akan datang.
3. Kriyamana Karma Phala
Hasil
perbuatan seseorang yang belum sempat dinikmati pada waktu hidupnya dan akan
dinikmati pada masa penjelmaan yang akan datang.
Semua
karma yang di lakukan oleh seseorag akan dinikmati hasilnya secara cepat atau
lambat, tetepi pasti. Phala itu akan datang sendirinya dan akan mencari orang
yang berbuat, karena hal ini merupakan hukum yang haru terjadi, baik di sadari
atau tidak oleh orang tersebut atau yang bersangkutan, maka atas dasar ajaran
Agama Hindu selalu disarankan agar seseorang berbuat baik dan tidak menyimpang
dari Ajaran Dharma.
Judul : KARMA PHALA & BAGIAN-BAGIAN NYA
Nama : Ade NIta Sari
Nim : 1609 10 0041
Nama kampus : sekolah tinggi agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta
Nama Dosen Pengempu : Yan Mitha Djaksana M.Kom
Tugas : UTS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar