Laga Usai Pilpres – People
Power
Dapat di pahami PEOPLE POWER adalah
penggulingan kekuasaan Presiden secara paksa melalui aksi Demontrasi Rakyat.
Upaya ini dilakukan dengan cara seluruh Rakyat turun ke jalan agar Presiden
meletakkan jabatannya karena di nilai telah melanggar konstitusi atau melakukan
Penyimpangan.
Ada seorang
aktivis dan Ulama pembela paslon Capres dan Cawapres 02 Prabowo- Sandi menyatakan,
apabila Prabowo – Sandi tidak menjadi Presiden dan Wakil Presiden Maka
Masyarakat akan turun ke Jalan untuk menurunkan jabatan Presiden dan Wakil
Presiden yang sudah terpilih, karena mereka merasa telah di curangi dan mereka
merasa Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih telah melanggar Konstitusi dan
melakukan penyimpangan pada saat Pemilu.
Tepatnya pada
tanggal, Jakarta 17 April 2019 Amien Rais, Ketua Dewan Kehormatan PAN siapkan
‘People power’ menghadapi Kecurangan Pemilu, dimana Amien Rais tak percaya MK,
lebih pilih kerahkan Massa, apabila ada bukti tentang kecurangan yang
masih terukur dan sistematik yg telah
terjadi makan Amien Rais tidak akan menyelesaikan di MK, tetapi beliau langsung
‘People Power’.
Eggi Sudjana
juga mengklaim bahwa apabila ‘people Power’ terjadi maka, maka rakyat Indonesia
tidak perlu mengikuti kontek – kontek tahapan tahapan karena dia merasa ini
sudah kedaulatan rakyat dan dia mempercayai bahwa ini sudah anugrah dari tuhan
bahwa Prabowo sudah Siap di lantik tidak perlu menunggu tanggal 20 0ktober.
Karena beliau sangat mempercayai kekuatan ‘People Power’
Rizieq Shibab,
Imam Besar FPI juga menyakatan bahwa masyarakat Indonesia harus mengakui
kemenangan Prabowo agar tidak terjadi gerakkan ‘People Power’ di Indonesia.
Beliau juga menyakatan atau mengingatkan kepada pak jokowi untuk berhati hati apabila
terjadi gerakan ‘People Power’ maka anda akan akan finis atau selesai pension
secara terhina.
Nama : Ade Nita Sari
Nim : 1609100041
Dosen Pengempu : Yan Mitha
Djaksana M.Kom
Tugas 3